Senin, 14 November 2011

Dewan Paroki Motor Penggerak Gereja

Dewan Pastoral Paroki merupakan motor penggerak perkembangan gereja Katolik. Apalagi kini umat semakin bertambah dengan kompleksitas permasalahannya sedangkan para imam jumlahnya terbatas. Karena itulah, partisipasi aktif umat dalam mengembangkan gereja  sangat diharapkan.
Demikian dikatakan Uskup Agung Pontianak Mgr. Hieronymus Bumbun OFM Cap dalam khotbahnya pada pelantikan anggota Dewan Pastoral Paroki Stella Maris masa bakti 2011-2014 di Gereja Stella Maris, Pontianak (4/11). Sebanyak 63 orang pengurus dewan paroki tersebut merupakan perwakilan umat dari 23 kring dan stasi yang ada di wilayah Paroki Stella Maris.  
        “Tugas pokok dewan paroki adalah memikirkan, merencanakan, memutuskan dan melaksanakan segala sesuatu yang perlu berkaitan dengan karya liturgia, diakonia, koinonia, mewartakan injil sebagai inti pewartaan Gereja serta mengevaluasi dan menindaklanjuti kegiatan-kegiatan pelayanan parokial,”jelas Uskup Bumbun.   
DPP Stella Maris bersama Mgr.Bumbun     (foto: perry tyas)
Pelantikan anggota dewan paroki tersebut dirangkai dengan misa pembukaan bulan kitab suci, September 2011. Disaksikan sekitar 500 umat yang misa, para pengurus dewan paroki mengucapkan janji di depan altar untuk mengabdikan bakat, kemampuan khusus yang dimilikiknya kepada Tuhan. Misa bertambah meriah karena diantar dan ditutup dengan tarian Dayak persembahan warga Katolik Paroki Stella Maris.  Persembahan juga diantar dengan tarian Dayak yang diiringi alat musik tetabuhan dan petikan sape’. Koor gabungan menambah meriah misa yang dipersembahkan Mgr. Bumbun bersama Pastor Antonius Wengkang MSC.
Tarian Dayak mengantar pengurus DPP (foto: perry tyas)
       Dewan Pastoral Paroki Stella Maris terdiri dari pengurus harian, seksi-seksi dan bagian-bagian.  Ketua Dewan Paroki Stella Maris P.Antonius G. Wengkang MSC mengatakan bahwa fokus aktivitas dewan paroki adalah melayani umat melalui karya liturgia, diakonia, koinonia dan karya sosial lainnya. “Imam di paroki ini hanya saya sendiri dan harus melayani sekitar tiga ribu umat. Peran umat, khususnya yang menjadi pengurus dewan paroki ini sangat pentingartinya,”jelas Pastor Anton Wengkang dalam suatu kesempatan.
        Paroki Stella Maris berdiri tanggal 19 Februari 1967. Umat awal di paroki ini adalah orang-orang Tionghoa. Namun dalam perkembangannya kini umat Katolik ini paroki ini terdiri dari beragam suku, seperti Dayak, Tionghoa, Jawa, NTT, Batak, Manado.
        Dewan Paroki dibentuk berdasarkan Kitab Hukum Kanonik 1983 pasal 536 tentang pembentukan dewan pastoral paroki dan partisipasi umat beriman Kristiani pelaksanaan reksa pastoral paroki.*

[Edi V.Petebang, seksi Komsos DPP]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar