Sabtu, 30 Agustus 2014

Selamat Datang Uskup Agus...

Mgr.Agus menerima pallium dari Paus

Hari Kamis, 28 Agustus 2014 bertempat di Gereja Santo Agustinus, Sungai Raya, dilaksanakan misa akbar pengukuhan Mgr. Agustinus Agus Pr, sebagai Uskup Agung Pontianak. Misa dipimpin oleh Mgr.Bumbun.  Inti dari misa pengukuhan ini adalah pembacaan surat penunjukkan Mgr. Agus dari Paus Fransiskus sebagaiu Uskup Agung Pontianak oleh Dubes Vatikan. Surat itu kemudian diserahkan kepada Mgr. Agus. Selanjutnya diserahkan tongkat gembala yang baru kepada Mgr.Agus. Acara dilanjutkan dengan ritual misa seperti biasa. Selesai ada sejumlah sambutan dan ditutup dengan makan siang bersama.

Dalam khotbahnya Mgr.Bumbun, dengan menceritakan kisah ayah dan anak penunggang keledai yang tidak punya pendirian, selalu ikut perkataan orang, uskup putra Dayak Mualang ini berpesan agar Mgr. Agus punya pendirian, tidak mudah dipengaruhi umat ke sana kemari. "Dalam kunjungan saya ke umat, tidak selalu umat menyambut saya dengan kalungan bunga atau tari-tarian; kadang umpatan,"ujar Mgr. Bumbun.

Pallium Mgr.Agus
Penunjukan Mgr. Agus sudah lama dilakukan oleh Paus Fransiskus. Tepat hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus di Basilika Santo Petrus (29/6) Paus Fransiskus mengalungkan pallium kepada 24 uskup agung yang baru diangkat, termasuk di antaranya Mgr. Agustinus Agus. Mgr. Agus diplot Vatikan harus menggantikan Mgr. Hieronimus Bumbun OFMCap yang segera akan memasuki masa pensiun.
Pallium merupakan simbol yang hanya diberikan kepada Paus dan Uskup Agung.Kata pallium berasal dari kata bahasa Latin palla yang berarti ‘jubah wol’. Sesuai tradisi, seorang uskup agung baru akan menerima pallium pada hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus. Pallium itu boleh dikenakannya setiap misa selama masih aktif menjabat sebagai uskup agung. Ketika pensiun, pallium tidak akan dikenakan lagi. Demikian juga ketika seorang uskup agung dipindahkan ke wilayah keuskupan agung yang baru, dia akan dianugerahi pallium baru oleh Paus. Upacara pengalungan pallium oleh Paus dilakukan sebelum misa pukul 09.30 waktu Roma yang dihadiri tidak kurang dari 200 konselebran yang terdiri dari para uskup agung, kardinal, dan uskup. (http://www.mirifica.net/2014/07/04/pesan-paus-untuk-mgr-agustinus-agus-uskup-agung-baru-untuk-keuskupan-pontianak/)
Dalam misa itu Paus berpesan agar para uskup agung baru tersebut meneladani Petrus yang meletakkan keamanan dirinya pada Tuhan ketika dia merasa ketakutan akan kelemahannya sendiri. “Saya bertanya-tanya, para uskupku yang terkasih, apakah kita merasa takut? Apa yang kita takutkan? Dan jika kita takut, apa bentuk perlindungan yang kita cari di dalam hidup pastoral kita, dalam menemukan rasa aman?” demikian rentetan pertanyaan Paus terlontar dalam homilinya.

“Petrus mengalami bagaimana kesetiaan Tuhan selalu melebihi tindakan ketidaksetiaan kita, dan lebih kuat dari segala penyangkalan kita. Petrus menyadari bahwa kesetiaan Tuhan menghilangkan ketakutan kita dan jauh melebihi perhitungan manusia.”
Paus mengajak para uskup agung untuk mengingat Rasul Petrus yang mempercayakan diri sepenuhnya pada Tuhan. “Kepercayaan inilah yang mengenyahkan segala ketakutan, membebaskan kita dari perbudakan dan godaan duniawi. Petrus dipenuhi rasa penyesalan. Tetapi setelah mengakui kelemahannya, dia tidak mendasarkan pada kekuatan dirinya sendiri, melainkan menyerahkan dirinya pada kasih Yesus. Inilah saat dimana segala ketakutan, rasa tidak aman dan perasaan pengecut kita dihilangkan. Kesetiaan Tuhan jauh melebihi ketidaksetiaan kita. Tuhan tidak pernah menyangkal kita,” pesan Paus Fransiskus.
“Ikutlah Aku dengan kesaksian hidup yang ditempa oleh rahmat permandian dan kuasa suci. Ikutlah Aku dengan bercerita tentang Aku kepada sekelilingmu, setiap hari, di dalam pekerjaanmu, di setiap percakapanmu dengan teman-temanmu,”
Pada penutup homilinya, Paus berpesan agar kita meneladani Yesus dengan menyebarkan kabar suka cita terutama kepada mereka yang berkekurangan, supaya tidak ada seorang pun yang tidak mendengar sabda yang akan membebaskan kita dari setiap rasa takut dan membuat kita bisa mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ikutlah Aku.”

Siapakah Mgr.Agus?
Mgr.Agustinus Agus
Mgr. Agustinus Agus lahir tanggal 22 OKtober 1949 di Lintang Pelaman, Kabupaten Sanggau (Kalbar). Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 6 Juni 1977 dan terpilih menjadi Uskup di Keuskupan Sintang pada tanggal 29 Oktober 1999 menggantikan Mgr.Isaak Doera,Pr. Ia ditahbiskan menjadi Uskup pada 6 Februari 2000, dengan Mgr. Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ sebagai Penahbis Utama. Duta Besar Vatikan untuk Indonesia kala itu, Mgr.Renzo Fratini dan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Bumbun, OFM Cap menjadi  Uskup Ko-Konsekrator.
Selamat berkarya Monsigneur Agus untuk menggembalakan umat Katolik di kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang.*
 
(edi v.petebang, seksi Komsos DPP stella maris)