Rabu, 17 April 2019

Bacaan KItab Suci PERAYAAN MALAM PASKAH Sabtu, 20 April 2019

UPACARA CAHAYA
Pada tempat yang memadai di luar gereja, disediakan api unggun. Umat berkumpul di sekitar api unggun itu, lalu Imam bersama para petugas berarak menuju ke api unggun; seorang di antaranya membawa lilin Paskah. Salib dan lilin-lilin tidak dibawa serta.

PERARAKAN
Sesudah lilin Paskah dinyalakan, seorang petugas mengambil bara dari api baru dan memasukannya ke dalam stribul (wiruk), dan dengan cara biasa Imam mengisi dupa ke dalamnya. Diakon, atau kalau tidak ada seorang petugas khusus, membawa lilin Paskah lalu memulai perarakan. Pembawa stribul (wiruk) yang mengayun-ayunkan stribul (wiruk) berasap berjalan di depan Diakon atau petugas khusus yang membawa lilin Paskah itu. Lalu menyusullah Imam, para petugas lain, dan umat; semua membawa lilin.

BACAAN PERTAMA

L    Bacaan dari Kitab Kejadian (1:1-2:2)
Allah melihat segala yang dijadikan-Nya, sungguh sangat baik.
Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi. Setelah menyelesaikan penciptaan langit dan bumi dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang di dalamnya, Allah berfirman “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara, atas ternak dan atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara, atas ternak dan atas seluruh bumi, serta atas segala binatang melata yang merayap di muka bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya; menurut gambar Allah diciptakannya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka, “Beranakcucu dan bertambah banyaklah, penuhilah bumi dan taklukanlah, berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Lalu Allah berfirman, “Lihatlah Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji. Itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh sangat baik.
      Demikianlah Sabda Tuhan
U   Syukur kepada Allah.

 

MAZMUR TANGGAPAN  (Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c)

 BACAAN KEDUA
L    Bacaan dari Kitab Keluaran     (Kel.14:15-15:1).
Orang-orang Israel berjalan di tengah laut yang kering.
Dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir, ketika hampir tersusul oleh pasukan Firaun, ketakutanlah orang-orang Israel dan berseru-seru kepada Tuhan. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu, dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut dan berjalan di tanah yang kering. Dan sementara itu Aku akan menegarkan hati orang-orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orang-orang yang berkuda, pasukannya, keretanya dan orang-orang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan insaf bahwa Aku ini Tuhan apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda.” Kemudian bergeraklah malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berpindah, berjalan di belakang mereka; dan tiang awan yang tadinya bergerak di depan mereka, beranjak dan berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang awan itu berdiri di antara Mesir dan orang Israel. Awan itu menimbulkan kegelapan, sehingga malam itu berlalu tanpa kesempatan bagi orang Mesir untuk mendekati orang-orang Israel. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, serta mengeringkan laut itu. Maka terbelahlah air laut itu, dan orang Israel masuk dan berjalan di tengah-tengah laut yang kering; sedang  di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir pun mengejar dan menyusul mereka. Semua kuda Firaun, kereta, dan pasukan berkudanya mengikuti orang Israel masuk ke tengah-tengah laut itu. Pada waktu jaga pagi,Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang api dan awan, lalu mengacau-balaukan tentara Mesir. Tuhan membuat roda kereta mereka berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata, “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan mesir!” Berfirmanlah  Tuhan kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, kereta mereka, dan pasukan berkuda mereka.” Musa mengulurkan tangannya ke atas laut; maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula, sedangkan orang Mesir lari menuju air itu. Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Jadi berbaliklah segala air itu, lalu menimbun kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel ke laut. Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering di tengah-tengah laut, sedang di kiri dan kanan mereka air itu bagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut. Ketika orang Israel melihat betapa dahsyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir, maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan; mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya. Pada waktu itulah Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan madah ini bagi Tuhan.
      Demikianlah Sabda Tuhan
U   Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN                (Mzm. 16:5.8-11; Ul:1)
Refren: Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindunganNya aman sentosa.

BACAAN KETIGA

L    Bacaan dari Kitab Yehezkiel (36:16-17a.18-28). 
Aku akan mencurahkan air jernih ke atasmu, dan kamu akan Kuberi hati yang baru.
“Hai anak manusia, waktu kaum Israel tinggal di tanahnya sendiri, mereka menajiskan tanah itu dengan tingkah laku mereka.  Maka Aku mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka, karena darah yang mereka curahkan di atas tanah itu; mereka menajiskan tanah itu dengan berhala-berhala mereka. Aku menghamburkan mereka di antara bangsa-bangsa, sehingga mereka berserak-serak di dalam negeri; Aku menghakimi mereka selaras dengan tingkah lakunya. Di mana saja mereka datang di tengah bangsa-bangsa, mereka menajiskan nama-Ku yang kudus, sehingga semua orang menyindir mereka dengan berkata: Katanya mereka umat Tuhan, tetapi mereka harus keluar dari tanahnya! Aku merasa sakit hati karena nama-Ku yang kudus dinajiskan oleh kaum Israel di tengah bangsa-bangsa, di mana mereka datang. Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah Firman Tuhan Allah: bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus, yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. Aku akan menguduskan nama-Ku yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, demikianlah Firman Tuhan Allah, manakala  Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri; Aku akan membawa kamu kembali ke tanahamu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dan segala kenajisanmu dan dari semua berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberi hati yang baru, dan roh yang baru akan Kutaruh di dalam batinmu. Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras, dan kepadamu Kuberi hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu, dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku; Aku akan membut kamu tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu. Kamu akan menjadi umat-Mu, dan Aku akan menjadi Allahmu.
      Demikianlah Sabda Tuhan
U   Syukur kepada Allah.

 

MAZMUR TANGGAPAN

Ulangan: Jiwaku haus pada-Mu, Tuhaningin melihat wajah Allah.
Ayat:
1.      Jiwaku haus akan Allah akan Allah yang hidup!Bilakah tiba saatnya aku boleh datang melihat Allah
2.      Kuterkenang, ketika berjalan di tengah kepadatan manusia, melangkahmenuju ke rumah Allah di tengah sorak-sorai dan nyanyian syukur
3.      Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu supaya menuntun langkahku dan membawakuke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
4.      Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah,menghadap Allah, sukacitaku, dan bersyukur kepada-Mudengan kecapi, ya Allah, sumber kegembiraanku.

 

BACAAN INJIL

I    Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (24:1-12)
Mengapa kamu mencari yang hidup diantara orang mati?
Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?
Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.
Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.
      Demikianlah Injil Tuhan.
U   Terpujilah Kristus. 

MAZMUR TANGGAPAN
Ulangan:
1.  Bersyukurlah kepada Tuhan,
2.  Hanya Dia mengerjakan karya agung,
3.  Penerang yang besar dibuat-Nya
4.  Yang membunuh anak sulung Mesir,
5.  Diberikan-Nya tanah mereka,
6.  Bersyukurlah kepada Tuhan,
U: Karna kekal kasih Allah
1.  Pada Allah segala dewata
2.  dengan arif menciptakan langit,
3.  surya yang menguasai siang,
4.  dan membebaskan umat Israel
5.  yang menyebrangkan umat Israel
6.  kerajaan besar di taklukan-Nya,
7.  kepada Israel hamba-Nya
8.  pembebas kita dari penindas
U: Karna kekal kasih Allah
1.  pada Tuhan segala penguasa
2.  membentangkan bumi di atas laut,
3.  bulan, bintang, cahaya malam,
4.  dengan tangan kuat dan lengan perkasa,
5.  dan menumpas Firaun dan laskarnya,
6.  raja-raja masyur dibunuh-Nya,
7.  kemalangan kita diindahkan-Nya,
8.  dan segala makhluk diberi-Nya makan
U: Karna kekal kasih Allah

 

PEMBARUAN JANJI BAPTIS

 

Bacaan Kitab Suci Jumat Agung


PERAYAAN MISA JUMAT AGUNG

Jumat, 19 April 2019

Seturut tradisi yang sangat tua, pada hari ini dan hari berikutnya Gereja sama sekali tidak merayakan sakramen selain Sakramen Tobat dan Sakramen pengurapan Orang sakit. Pada hari ini komuni kudus dibagikan kepada umat hanya pada upacara peringatan sengsara Tuhan. Tetapi pelayanan komuni kepada orang sakit, yang tidak dapat berpartisipasi dalam perayaan ini, dapat dilaksanakan kapan saja pada hari ini. Altar sama sekali kosong; tanpa salib, tanpa lilin dan tanpa kain altar.

Perayaan Sengsara Tuha dilaksanakan sesudah tengah hari, sekitar pukul tiga siang, kecuali jika atas pertimbangan pastoral dipilih waktu sesudah itu.Perayaan terdiri atas tiga bagian, yakni Litrugsi Sabda, Penyembahan Salib, dan Komuni Kudus. Imam dan Diakon, kalau ada, dengan mengenakan busana liturgi berwarna merah seperti yang biasanya dikenakan pada waktu misa, berarak ke altar dalam keheningan. Setelah memberi hormat ke altar, mereka meniarap, atau kalau keadaan tidak memungkinkan, berlutut, dan berdoa sejenak dalam keheningan. Semua yang lain (petugas dan umat) berlutut. Lalu Imam dan para petugas menuju ke tempat duduk. Di situ Imam menghadap ke arah umat dan sambil merentangkan tangan mengucapkan doa tanpa ajakan “Marilah berdoa.”

 

BACAAN PERTAMA

L    Bacaan dari Kitab Yesaya (52:13; 53:12)
Ia ditikam karena kejahatan kita.
Beginilah Firman Tuhan, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil! Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan! Seperti banyak orang tertegun melihat dia – rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi, dan tampaknya tidak seperti anak mansuia lagi, - demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia! Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. Maka mereka berkata: Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan, dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, dan biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia, dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Ia tidak tampan, dan semarak pun tidak ada padanya, sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia; dan rupanya pun tidak menarik, sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita-lah yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Sessungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalan sendiri! Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas, dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan, dan tipu tidak ada di dalam mulutnya. Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan, dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksanakan karena dia. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman, hamba-Ku, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Ini semua sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara para pemberontak sekalipun ia menanggung dosa banyak orang, dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
      Demikianlah Sabda Tuhan
U   Syukur kepada Allah.

 

MAZMUR TANGGAPAN

Ulangan: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu ‘kupercayakan jiwaku.
Ayat:
1.      Pada-Mu ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
2.      Di hadapan semua lawanku aku tercela, tetangga-tetanggaku merasa jijik para kenalanku merasa ngeri; mereka yang melihat aku cepat-cepat menyingkir. Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang pecah
3.      Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu. Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskan dari orang-orang yang mengejar aku!
4.      Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan.

 

BACAAN KEDUA

L    Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (4:14-16; 15:7-9):
Ia telah belajar menjadi taat, dan menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.
Saudara-saudara, kita sekarang mempunyai Imam Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah. Maka baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Agung yang kita punya, bukanlah imam agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita! Sebaliknya Ia sama dengan kita! Ia telah dicobai, hanya saja tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya. Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut; dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi sekalipun Anak, Ia telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya! Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.
      Demikianlah Sabda Tuhan
U   Syukur kepada Allah.


PENYEMBAHAN SALIB

Bersama beberapa putra-putri altar, Diakon atau seorang petugas lain yang cakap pergi ke sakristi; dari sana ia membawa salib yang diselubungi kain ungu, didampingi dua putra-putri altar yang membawa lilin bernyala, berarak melintasi gereja menuju ke tengah panti imam.
Berdiri di depan altar menghadap umat, Imam menerima salib, membuka selubung salib bagian atas, mengangkat salib, dan mulai melagukan “Lihat kayu salib,” lalu dilanjutkan Diaokon atau, kalau perlu, paduan suara. Umat menjawab: “Marilah kita sembah”. Seusai menyanyi, seluruh umat berlutut dan bersujud sejenak dalam keheningan, sedangkan Imam tetap berdiri dan mengangkat salib.

Bacan Kitab Suci Kamis Putih 2019


HARI KAMIS PUTIH


Mengenangkan Perjamuan Tuhan
Kamis, 18 Maret 2019



Saudara/i yang terkasih… Cinta selalu membutuhan pengorbanan. Malam hari ini, kita akan merayakan cinta yang penuh pengorbanan yang dilakukan Yesus bagi kita. Kepada para Rasul-Nya, Yesus menunjukkan kasih-Nya yang sempurna, bahkan sampai merendahkan diri-Nya sebagai seorang hamba. Dialah Hamba Yahwe yang mempersembahkan Tubuh dan Darah-Nya sebagai sumber keselamatan bagi seluruh umat manusia. Mari kita rayakan hari ini sebagai Hari Cinta Kasih  yang sempurna, dan mengawalinya dengan Lagu Pembuka.

 

Hari Kamis Putih merupakan perayaan kenangan Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para murid-Nya. Perjamuan terakhir Yesus dengan para murid-Nya bukanlah perjamuan keputusasaan, kesedihan, melainkan perjamuan yang penuh keakraban, perjamuan persaudaraan, penuh makna. Perjamuan itu simbol penyerahan hidupnya yang total, tubuh dan darah-Nya diberikan demi keselamatan murid-murid-Nya. Itulah Ekaristi kudus, kenangan Kurban Salib Kristus. Pemberian diri Yesus yang sehabis-habisnya itu dilambangkan pula dalam Upacara Pembasuhan Kaki para rasul nanti. Untuk semua pengurbanan dan cinta Tuhan kita diajak untuk juga memberi pelayanan yang sama yaitu rela melayani dengan kasih dan cinta. Sumber kekuatan akan senantiasa ditemukan saat kita rayakan Perjamuan Tuhan dalam Ekaristi.

BACAAN PERTAMA

L    Bacaan dari Kitab Keluaran (Kel.12:1-8, 11-14)
Ketetapan tentang Perjamuan Paskah.
Pada waktu itu berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir, “Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu, bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaat Israel, ‘Pada tanggal sepuluh bulan ini hendaklah diambil seekor anak domba oleh masing-masing menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk menghabiskan seekor anak domba, maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat mengambil seekor menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan harus jantan, tidak bercela  dan berumur satu tahun; kamu boleh mengambil domba, boleh kambing. Anak domba itu harus kamu kurung sampai tanggal empat belas bulan ini. Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada senja hari. Darahnya harus diambil sedikit dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah, tempat orang-orang makan anak domba itu. Pada malam itu juga mereka harus memakan dagingnya yang dipanggang; daging panggang itu harus mereka makan dengan roti yang tidak beragi dan sayuran pahit. Beginilah kamu harus memakannya; pinggangmu berikat, kaki berkasut, dan tongkat ada di tanganmu. Hendaknya kamu memakannya cepat-cepat. Itulah Paskah Tuhan. Sebab pada malam ini Aku akan menjelajahi negeri Mesir, dan membunuh semua anak sulung, baik anak sulung manusia maupun anak sulung hewan, dan semua dewa Mesir akan Kujatuhi hukuman. Akulah Tuhan. Adapun darah domba itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kamu tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewati kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, pada saat Aku menghukum negeri Mesir. Hari ini harus menjadi hari peringatan bagimu, dan harus kamu rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun-temurun.
      Demikianlah Sabda Tuhan
U   Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN

Ulangan: Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Inilah Darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Lakukanlah ini akan peringatan kepada-Ku.
Ayat:
1.      Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan, segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
2.      Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya Tuhan, aku hamba-Mu; aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu. Engkau telah melepaskan belengguku.
3.      Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.

 

BACAAN KEDUA (1 Kor.11:23-26)

L    Bacaan dari surat Rasul Paulus kepada Jemaat Korintus: 
Setiap kali kamu makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan.
Saudara-saudara, apa yang telah kuteruskan  kepadamu ini telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam Ia diserahkan, mengambil roti, dan setelah mengucap syukur atasnya, Ia memecah-mecahkan roti, dan setelah mengucap syukur atasnya, Ia memecah-mecahkan roti itu seraya berkata, “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagimu; perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dalam darah-Ku. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku.” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari cawan ini, kamu mewartakan wafat Tuhan sampai Ia datang.
      Demikianlah Sabda Tuhan
U   Syukur kepada Allah.

BACAAN INJIL

I    Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (13:1-15):
Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir.
     Sebelum Hari Raya Paskah mulai, Yesus sudah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sebagaimana Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir. Ketika mereka sedang makan bersama, Iblis membisikan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, rencana untuk mengkhianati Yesus. Yesus tahu, bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak mengerti sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak.” Kata Petrus kepada-Nya, “Selama-lamanya Engkau tidak akan membasuh kakiku!” Jawab Yesus, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.” Kata Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku! Kata Yesus kepadanya, “Barangsiapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Kamu pun sudah bersih, hanya tidak semua!” Yesus tahu siapa yang akan menyerahkan Dia; karena itu Ia berkata, “Tidak semua kamu bersih.” Sesudah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengertikah kamu apa yang Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Nah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki. Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
      Demikianlah Injil Tuhan.
U   Terpujilah Kristus. 

PEMBASUHAN KAKI

Saudara/i yang terkasih. Pemberian diri Yesus, tidak terbatas pada perkataan-perkataan, tetapi juga dengan tindakan-tindakan nyata. Dia membasuh kaki para rasul-Nya. Dengan cara demikian, Dia menunjukkan sikap seorang pelayan yang sempurna. Mari kita ikuti, upacara Pembasuhan Kaki dengan penuh hikmat dan terus belajar untuk saling melayani dengan penuh ketulusan hati.
Seusai homili diadakan pembasuhan kaki. Para petugas rasul menempati tempat duduk yang sudah disediakan. Imam menanggalkan kasula dan mengenakan celemek. Kemudian Imam membasuh kaki mereka serta menyekanya.

TUGURAN
Dimulai pukul 21.30 sd 24.00 wib

Senin, 15 April 2019

BIA Paroki Stella Maris

Bapak Ibu....mari tanamkan dan perkuat keimanan putra putri bapak, ibu dengan kegiatan agama yang menyenangkan dengan Bina Iman Anak (BIA). Di paroki kita setiap hari minggu, pada saat misa kedua, pukul 08.30-10.00 wib ada kegiatan BIA di Aula Paroki.

Ayo ajak dan antar putra putri Anda. Yakinlah, anak-anak pasti senang dengan kegiatan BIA



Minggu, 14 April 2019

Uluran Kasih untuk Pembangunan Gereja Stella Maris

“Kupersembahkan pada  Yesus Kristus, Tuhan Allahku, sebagian dari millikku karena Dia telah memberiku begitu banyak kelimpahan berkat dan karunia”.

Umat terkasih, Mari kita memberikan yang terbaik untuk Pembangunan Gereja Stella Maris.
Salurkan sumbangan Anda melalui rekening:
(1).BCA No.Rek.8855082515
 (2).Bank Kalbar No.Rek.1425041611
(3).CU Stella Maris, Talenta No.Rek.1.611



Jadwal Perayaan Paskah Paroki Stella Maris 2019

Umat terkasih, berikut Jadwal Perayaan Misa Trihari Suci Paskah 2019

di Paroki Stella Maris

Kamis Putih, Kamis, 18 April 2019: Misa pukul 18.00 wib dan 20.30-21.00 wib
Tuguran Kamis Putih Malam pukul 21.30-24.00 wib

Jumat Agung Jumat, 19 April 2019:
-        Pagi pukul 08.00: jalan salib di gereja
-        Misa pukul 15.00 wib

Sabtu Suci, 20 April 2019: misa pukul 19.00 wib

Minggu Paskah, 21 April 2019:
- Misa I Pukul 06.30 wib
- Misa II Pukul 08.30 wib

Paskah Anak-Anak: Senin, 22 April 2019 pukul 17.00 wib
Paskah Lansia: Selasa, 23, April 2019 pukul 17.00 wib



Rabu, 13 Juni 2018

Selamat Atas Penerimaan Komuni Pertama...

Sebanyak 116 orang warga Paroki Stella Mari menerima Sakramen Ekaristi Kudus untuk pertama kalinya. Penerimaan sakramen ekaristi kudus tersebut diberikan oleh Pastor Paroki Stella Maris, Pastor Kornelius Kuli Keban, MSC di Gereja Stella Maris, Minggu 3 Juni 2018 bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.
Selamat dan sukses...